Remaja..
masa dimana jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang
pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka
lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya, sehingga mudah terpengaruhi
sesuatu hal yg positif maupun negatif. Apalagi dijaman era globalisasi ini,
biasanya mereka suka ngikutin gaya hidup orang barat, selalu ngikutin gaya yang
lagi ngetrend, cara ia berpakaian, entah itu baju, atau mungkin gaya
rambut, dan fashion-fashion lainnya. Mungkin karena mereka takut dibilang nggak
gaul, nggak modern atau gimanalah. Padahal gaul tidak hanya dilihat dari segi
penampilan, akan tetapi remaja Islam yang gaul itu adalah remaja yang dapat
sukses di dunia dan akhirat. Karena Rasulullah sendiri mengajarkan kita untuk
hidup secara sederhana.
Meskipun masih remaja kita harus bisa menjaga perilaku kita dan menghindari
perbuatan yang dapat menjerumuskan kedalam kemaksiatan serta banyak mendekatkan
diri kepada Allah. Jangan gunakan waktu muda untuk hal-hal yang hanya
membuang-buang waktu saja. Gunakanlah waktu sebaik-baik mungkin untuk hal-hal
yang positif dan bermanfaat. Seperti mencari ilmu, belajar dengan
sungguh-sungguh, bersaing dalam berprestasi, perbanyak membaca Al-Qur’an,
sukur-sukur juga menghafal Al-Qur’an, membantu orang tua dll. Jangan sampai
waktu remajamu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat sehingga menyesal
dikemudian hari.
Ngomong-ngomong masalah remaja biasanya banyak dijumpai penyakit yang namanya
galau. (ya nggak...?? :D) galau karena si cinta? Sebenarnya cinta sendiri
apa sihh? Satu kata yang penuh makna (emm....ntahlah :D) ngomongin soal cinta
nggak ada abis-abisnya. Nggak kebayang gimana sesorang bisa hidup tanpa cinta.
Bisa jadi tanpa cinta hidup ini cuma diisi kesedihan dan kehampaan (duhh.. -_-)
Cinta... rasa yang dihadirkan Allah SWT sebagai anugerah. Sebagai sebuah
anugerah, mestinya rasa itu harus dijaga baik-baik dengan sangat hati-hati.
Begitu berharganya cinta sehingga seharusnya cinta nggak diobral sana-sini
(wah..modus ya :p). Kita harusnya bisa jaga cinta itu dengan apa yang Allah
mau, dengan cara yang Allah suka, sehingga indahnya cinta bisa tetap terjaga,
binarnya tetap bisa terpelihara.
Islam sendiri emang mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia,
karena itu adalah fitrah. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu
adalah anugerah dari Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis. Tapi
jangan hanya melihat seseorang itu dari wajah saja, jika wajah yang membuatmu
jatuh cinta, bagaimana caramu mencintai Tuhanmu Allah Ta’ala yang tak berupa?
Iya sih, semua orang pasti punya rasa cinta rasa sayang terhadap makhluk-Nya
Allah, tapi ingat janganlah berlebihan. Jangan melebihi cintamu pada Allah SWT,
karena cinta yang abadi adalah cinta kepada Allah SWT. Untuk seseorang Jangan
terlalu cinta banget, jangan terlalu berharap banget, sayangnya jangan
banget-banget karena semua yang berlebihan bisa bikin sakit banget, ingat
kawan... apalagi ia bukan yang halal buat kita. Biasanya kalau udah kayak gitu
terus galau (hadeuh-_-) murung-murung sendiri, bersedih hati, nangis eh
ujung-ujungnya galau. Entah karena patah hati, ditolak sama orang yang
dicintainya, diPHPin atau mungkin ditinggalin terus nggak punya semangat lagi
mau ngapa-ngapain. Nah.. Harusnya nggak perlu untuk bergalau-galauan seperti
itu, justru malah bersyukur karena putus cinta atau ditolak jadi bisa lebih
intropeksi diri, dengan begitu tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan
seperti ‘pacaran’.
Mungkin saat ini pacaran itu hal biasa dikalangan para remaja, iya. Tapi
sebenarnya dalam Islam pacaran itu tidak diperbolehkan. Mungkin ada yang
bertanya-tanya mengapa begitu? Karena itu medekati zina. Okelah.. mungkin ada
yg bilang pacaran bukanlah zina. tapi coba kita renungkan, akankah dua orang
insan akan jatuh pada zina seandainya mereka tidak pacaran? Akankah mereka akan
jatuh pada perbuatan zina jika sebelumnya mereka jarang bertemu, tidak pernah
bersentuhan, tidak pernah saling merayu, juga tidak pernah saling peluk dan
cium? Jawabannya tidak. Seperti yang ada dalam firman Allah surat Al-Isro’ ayat
32, mungkin udah nggak asing lagi kalian mendengar ayat ini yang bunyinya:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk.” (QS. Al-Isro’: 32)
Maka
dari itu islam tidak membolehkan untuk berpacaran karena mendekati zina. Terus
belum lagi pacaran itu butuh materi sehingga bikin kantong kering,
Lagipula pacaran dapat mengganggu konsentrasi belajar kita. Sayangnya, meskipun
Allah telah melarang manusia dari pacaran dan melakukan zina, akan tetapi masih
saja banyak yang ‘doyan’ melakukannya dan menganggap segala larangan dan
ancaman dari Allah sebagai angin lalu saja, seolah-olah mereka tak pernah
mendengar larangan berpacaran ini sebelumnya (duh..parah ya :3) Percaya deh..
bahwa lebih banyak madharat dibanding hikmahnya, mungkin yang lagi ngejalanin
ngerasa hepi-hepi aja karna lagi seneng, tapi nanti kalau udah putus cinta
terus galau baru menyadarinya (ehh...lagi2 galau :p) abis itu liat yang lebih
cakepan dikit deketin lagi (yahh...sama aje modus:D)
Emang sih.. Cinta itu naluri perasaan buat seseorang yang nggak bisa dibohongi
dan disembunyikan, tapi cinta dalam diam mungkin itu akan lebih baik daripada
ia yang mengumbar-umbarnya, begitu mudahnya mengungkapkan cinta pada seseorang
yang bukan halal buat kita. Lebih baik kita kehilangan cinta seseorang karena
Allah daripada kehilangan Allah hanya karena cinta seseorang. Ingatlah, seperti
kisah Ali dan Fathimah, yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan,
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan Allah dalam ikatan suci nan indah.
Sebenarnya jika kita ingin mencari cinta sejati, cinta yang paling sejati
adalah milik Allah SWT. Allah mencintai kita apabila kita juga mencintai-Nya,
yakinlah suatu saat Allah pasti akan mempertemukan jodoh yang terbaik. Saat ini
yang harus dilakukan adalah memperbaiki akhlak dan perilaku serta perbagus iman
sebaik-baik mungkin, karena kualitas jodoh tergantung kualitas diri kita. Jodoh
sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh, mau diambil dari jalan halal ataukah haram
dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya. Dalam surat An-Nur ayat 26
tertulis:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh
mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (An-Nur:
26)
Maksud dari ayat tersebut,
Allah akan memberikan pasangan jiwa yang sesuai dengan perangai kita,
jika ingin dapat yg baik, jadilah orang baik pula. Maka dari sekarang ayolah
mulai memperbaiki diri, jauhi maksiat, dan jangan berhenti melakukan kebaikan, karena setiap kebaikan yang tersimpan
dengan baik akan berbuah pada waktunya, percaya deh.... semua akan indah pada waktunyaJ
Memang hidup diera
globalisasi penuh dengan godaan, tantangan, dan cobaan untuk menjadi seorang
muslim yang hakiki, dan bukan cuma sebatas islam di lisan atau KTP aja tetapi
ini adalah tantangan untuk menjadi seorang remaja muslim yang senantiasa mengerjakan
perintah-perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, apalagi dijaman
sekarang ini kita akan menghadapi berbagai tantangan yang harus benar-benar
kita selesaikan. Karna kalau bukan diri sendiri lalu siapa lagi yang akan memulaiJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar