Senin, 28 April 2014

Remaja :-D

        
         Remaja.. masa dimana jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya, sehingga mudah terpengaruhi sesuatu hal yg positif maupun negatif. Apalagi dijaman era globalisasi ini, biasanya mereka suka ngikutin gaya hidup orang barat, selalu ngikutin gaya yang lagi ngetrend, cara ia berpakaian, entah itu baju,  atau mungkin gaya rambut, dan fashion-fashion lainnya. Mungkin karena mereka takut dibilang nggak gaul, nggak modern atau gimanalah. Padahal gaul tidak hanya dilihat dari segi penampilan, akan tetapi remaja Islam yang gaul itu adalah remaja yang dapat sukses di dunia dan akhirat. Karena Rasulullah sendiri mengajarkan kita untuk hidup secara sederhana.

          Meskipun masih remaja kita harus bisa menjaga perilaku kita dan menghindari perbuatan yang dapat menjerumuskan kedalam kemaksiatan serta banyak mendekatkan diri kepada Allah. Jangan gunakan waktu muda untuk hal-hal yang hanya membuang-buang waktu saja. Gunakanlah waktu sebaik-baik mungkin untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Seperti mencari ilmu, belajar dengan sungguh-sungguh, bersaing dalam berprestasi, perbanyak membaca Al-Qur’an, sukur-sukur juga menghafal Al-Qur’an, membantu orang tua dll. Jangan sampai waktu remajamu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat sehingga menyesal dikemudian hari.

          Ngomong-ngomong masalah remaja biasanya banyak dijumpai penyakit yang namanya galau. (ya nggak...?? :D)  galau karena si cinta? Sebenarnya cinta sendiri apa sihh? Satu kata yang penuh makna (emm....ntahlah :D) ngomongin soal cinta nggak ada abis-abisnya. Nggak kebayang gimana sesorang bisa hidup tanpa cinta. Bisa jadi tanpa cinta hidup ini cuma diisi kesedihan dan kehampaan (duhh.. -_-)

          Cinta... rasa yang dihadirkan Allah SWT sebagai anugerah. Sebagai sebuah anugerah, mestinya rasa itu harus dijaga baik-baik dengan sangat hati-hati. Begitu berharganya cinta sehingga seharusnya cinta nggak diobral sana-sini (wah..modus ya :p). Kita harusnya bisa jaga cinta itu dengan apa yang Allah mau, dengan cara yang Allah suka, sehingga indahnya cinta bisa tetap terjaga, binarnya tetap bisa terpelihara.   

           Islam sendiri emang mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia, karena itu adalah fitrah. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah dari Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis. Tapi jangan hanya melihat seseorang itu dari wajah saja, jika wajah yang membuatmu jatuh cinta, bagaimana caramu mencintai Tuhanmu Allah Ta’ala yang tak berupa? Iya sih, semua orang pasti punya rasa cinta rasa sayang terhadap makhluk-Nya Allah, tapi ingat janganlah berlebihan. Jangan melebihi cintamu pada Allah SWT, karena cinta yang abadi adalah cinta kepada Allah SWT. Untuk seseorang Jangan terlalu cinta banget, jangan terlalu berharap banget, sayangnya jangan banget-banget karena semua yang berlebihan bisa bikin sakit banget, ingat kawan... apalagi ia bukan yang halal buat kita. Biasanya kalau udah kayak gitu terus galau (hadeuh-_-) murung-murung sendiri, bersedih hati, nangis eh ujung-ujungnya galau. Entah karena patah hati, ditolak sama orang yang dicintainya, diPHPin atau mungkin ditinggalin terus nggak punya semangat lagi mau ngapa-ngapain. Nah.. Harusnya nggak perlu untuk bergalau-galauan seperti itu, justru malah bersyukur karena putus cinta atau ditolak jadi bisa lebih intropeksi diri, dengan begitu tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan seperti ‘pacaran’.

            Mungkin saat ini pacaran itu hal biasa dikalangan para remaja, iya. Tapi sebenarnya dalam Islam pacaran itu tidak diperbolehkan. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa begitu? Karena itu medekati zina. Okelah.. mungkin ada yg bilang pacaran bukanlah zina. tapi coba kita renungkan, akankah dua orang insan akan jatuh pada zina seandainya mereka tidak pacaran? Akankah mereka akan jatuh pada perbuatan zina jika sebelumnya mereka jarang bertemu, tidak pernah bersentuhan, tidak pernah saling merayu, juga tidak pernah saling peluk dan cium? Jawabannya tidak. Seperti yang ada dalam firman Allah surat Al-Isro’ ayat 32, mungkin udah nggak asing lagi kalian mendengar ayat ini yang bunyinya:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro’: 32)

Maka dari itu islam tidak membolehkan untuk berpacaran karena mendekati zina. Terus belum lagi pacaran itu butuh materi sehingga bikin kantong kering,  Lagipula pacaran dapat mengganggu konsentrasi belajar kita. Sayangnya, meskipun Allah telah melarang manusia dari pacaran dan melakukan zina, akan tetapi masih saja banyak yang ‘doyan’ melakukannya dan menganggap segala larangan dan ancaman dari Allah sebagai angin lalu saja, seolah-olah mereka tak pernah mendengar larangan berpacaran ini sebelumnya (duh..parah ya :3) Percaya deh.. bahwa lebih banyak madharat dibanding hikmahnya, mungkin yang lagi ngejalanin ngerasa hepi-hepi aja karna lagi seneng, tapi nanti kalau udah putus cinta terus galau baru menyadarinya (ehh...lagi2 galau :p) abis itu liat yang lebih cakepan dikit deketin lagi (yahh...sama aje modus:D)

          Emang sih.. Cinta itu naluri perasaan buat seseorang yang nggak bisa dibohongi dan disembunyikan, tapi cinta dalam diam mungkin itu akan lebih baik daripada ia yang mengumbar-umbarnya, begitu mudahnya mengungkapkan cinta pada seseorang yang bukan halal buat kita. Lebih baik kita kehilangan cinta seseorang karena Allah daripada kehilangan Allah hanya karena cinta seseorang. Ingatlah, seperti kisah Ali dan Fathimah, yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan Allah dalam ikatan suci nan indah.

          Sebenarnya jika kita ingin mencari cinta sejati, cinta yang paling sejati adalah milik Allah SWT. Allah mencintai kita apabila kita juga mencintai-Nya, yakinlah suatu saat Allah pasti akan mempertemukan jodoh yang terbaik. Saat ini yang harus dilakukan adalah memperbaiki akhlak dan perilaku serta perbagus iman sebaik-baik mungkin, karena kualitas jodoh tergantung kualitas diri kita. Jodoh sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh, mau diambil dari jalan halal ataukah haram dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya. Dalam surat An-Nur ayat 26 tertulis:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ   
         
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (An-Nur: 26)

Maksud dari ayat tersebut,  Allah akan memberikan pasangan jiwa yang sesuai dengan perangai kita, jika ingin dapat yg baik, jadilah orang baik pula. Maka dari sekarang ayolah mulai memperbaiki diri, jauhi maksiat, dan jangan berhenti melakukan kebaikan, karena setiap kebaikan yang tersimpan dengan baik akan berbuah pada waktunya, percaya deh.... semua akan indah pada waktunyaJ

        Memang hidup diera globalisasi penuh dengan godaan, tantangan, dan cobaan untuk menjadi seorang muslim yang hakiki, dan bukan cuma sebatas islam di lisan atau KTP aja tetapi ini adalah tantangan untuk menjadi seorang remaja muslim yang senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, apalagi dijaman sekarang ini kita akan menghadapi berbagai tantangan yang harus benar-benar kita selesaikan. Karna kalau bukan diri sendiri lalu  siapa lagi yang akan memulaiJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar