Ku ingin seperti cerita kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra yang memang luar biasa
indahnya. Cinta mereka selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun
expresi. Hingga konon saking teramat rahasianya setan pun tidak tahu urusan
cinta diantara mereka. Ku ingin bisa menjaga cintaku seperti mereka yang pada akhirnya
dipertemukan Allah dalam ikatan suci nan indah...
Caraku
menjaga cintaku... Dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk
menanyakan kabarmu. Mungkin ini tak biasa, Tapi bagiku inilah cara terbaik mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan
karena aku membencimu. Justru karena aku mencintaimu menyayangimu, dan aku ingin
menjagaku juga menjagamu, menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian
hatiku.
Mungkin ini aneh. Tapi inilah caraku
mencintaimu, dalam diamku, dalam ketulusanku, dalam kesucianku, dalam cara tak
biasaku. Iya...meskipun sulit, meski berat, meski sakit untukku... Namun ku
tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap. Karena berharap
hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas, Karena berharap hanya pantas digantungkan
pada Sang Pengatur Detak Jantung, Pada-Nya kuharap Dia khan menjagamu untukku,
Pada-Nya kutitipkan hatimu.
Biarlah aku mencintaimu dalam diam, biarkan ku pendam rasa ini tanpa perlu kau tahu.
Ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a, Agar untukmulah segala kebaikan,
Agar bersamamulah segala keindahan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar