Senin, 26 Mei 2014

for you! =)


Ku ingin seperti cerita kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra yang memang luar biasa indahnya. Cinta mereka selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun expresi. Hingga konon saking teramat rahasianya setan pun tidak tahu urusan cinta diantara mereka. Ku ingin bisa menjaga cintaku seperti mereka yang pada akhirnya dipertemukan Allah dalam ikatan suci nan indah... saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya.

Memupuk cinta dalam diam kiranya lebih indah dan lebih baik dibanding jika harus menyatakan cinta kemudian terlangsunglah cinta tanpa syari’at.

Caraku menjaga cintaku... Dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu. Mungkin ini tak biasa, Tapi bagiku inilah cara terbaik mencintaimu.

Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan karena aku membencimu. Justru karena aku mencintaimu menyayangimu, dan aku ingin menjagaku juga menjagamu, menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.

Mungkin ini aneh. Tapi inilah caraku mencintaimu, dalam diamku, dalam ketulusanku, dalam kesucianku, dalam cara tak biasaku. Iya...meskipun sulit, meski berat, meski sakit untukku... Namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap. Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas, Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung, Pada-Nya kuharap Dia khan menjagamu untukku, Pada-Nya kutitipkan hatimu.

Biarlah aku mencintaimu dalam diam,  biarkan ku pendam rasa ini tanpa perlu kau tahu. Ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a, Agar untukmulah segala kebaikan, Agar bersamamulah segala keindahan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar